Mar 6, 2012

Negeri Dongeng?

Kita berumah di Negeri Dongeng.
Layaknya peri-peri yang lepas dari geliat waktu
Terbang meski tanpa sayap kupu-kupu.
Kita taburkan benih-benih sejarah.
Pada tanah-tanah tempat kita singgah.
Pada hamparan pasir penuh warna.
Pada pucuk-pucuk gunung yang hijau.
Pada jiwa-jiwa yang berlarian.
Kemudian benih itu tumbuh.
Menjadi nama-nama, tempat juga cerita.

Tanah Baru, Januari 2012












Sumber gambar dari sini.

Mar 1, 2012

Say Yes to March!! Say Yes to March!!


Hari ini adalah hari pertama di bulan maret, dan entah kenapa waktu terasa berlalu sangat cepat ataukah memang begitu? entahlah. Begitu cepatnya hingga tidak terasa sudah terlewati februari tanpa ada hal yang berarti dengan ‘sesuatu yang harus selesai’ itu. Target februari pun beralih ke maret. Kemudian.. Aku pun di sini masih bertanya sebenarnya apa yang menghambat ‘sesuatu yang harus selesai’ itu tak jua kunjung selesai?
                Hmm.. membingungkan.. Rasa-rasanya tak ada gairah sama sekali yang dapat mendorong diriku untuk menyelesaikan ‘sesuatu yang harus selesai’ itu. Maka kemudian diciptakanlah beberapa pemantik ‘api’ semangat. Pemantik itu adalah Salju, tetapi.. (tetep.. selau ada tapinya..). Keinginan kesana memang cukup kuat sebagai pemantik, tapi ada sesuatu yang membuat pemantik itu tak juga bisa membuat api berkobar, mungkin saat ini hanya sekedar api unggun bukan api yang bisa membakar gedung DPR sana.. (sedikit berlebihan). Sebabnya, aku masih tak ingin ada yang tertinggal di sini, walaupun itu hanya sebuah perasaan. Maka tugasku kini adalah menghilangkan perasaan itu dahulu sebelum aku benar benar terpantik kemudian menjadi bersemangat.

Ahh.. mungkin itu cuma alasan ku saja.. memang sulit untuk melupakan (#oblivisci..)
Pada akhirnya.. jika memang perasaan itu tak bisa dihilangkan..  aku akan tetap berusaha membuat api unggun itu untuk berkobar layaknya api yang membakar istana presiden.. Bulan ini menjadi penentuan!!
Ganbatte.. semangat!! 

Sumber gambar di sini.

Feb 26, 2012

Lampu Jalan

Saat gerimis menjelang malam,
Pernahkah kau perhatikan lampu-lampu jalan yang kuyup?
Cahaya keemasan yang malu-malu membuat sekelilingnya remang-remang.
katakan padaku,
Apa yang kau rasakan saat melihatnya?

adakah sama sepertiku?

~ Teringat seseorang yang sering menghabiskan waktu dijalanan, entah untuk mencari makan atau untuk sebuah kebebasan yang tak dipunya saat pulang. Pertanyaan yang tak terjawab karena takkan pernah sempat aku ajukan?



















Sumber gambar dari sini