jatuh cinta adalah pertaruhan demi pertaruhan. Ketika kita bertemu, aku mempertaruhkan hatiku untuk kutinggalkan bersamamu. Ketika kita berpisah, aku mempertaruhkan kemungkinan bahwa kita tak akan pernah bertemu lagi. Tetapi begitulah, dalam setiap pertaruhan, kita harus mengambil keputusan. Karena kita tidak punya banyak waktu. Dan sebesar apapun keinginan kita untuk menunggu, waktu tetap bergegas lewat. Sepertinya tidak bijaksana jika kita sekadar menunggu terlalu lama. Membiarkan momen-momen yang seharusnya mengada terbuang percuma.
Karena bukankah kita bisa menunggu sambil melakukan sesuatu: membaca buku, merangkai bunga, mengupas pamelo, berbelanja sayuran segar di pasar, minum kopi bersama sahabat, dan berpetualang…
sambil tetap jatuh cinta..
Air matamu melepas kepergianku siang tadi, berat rasanya untuk ku meninggalkanmu. September 2013 hingga mei 2014 bukanlah waktu yang sebentar. Akan ada banyak hal baru yang esok atau lusa kau temui. Dan aku sadar, aku terlalu egois jika memintamu menunggu.
Just like season. People change.
Apa yang tidak berubah di dunia ini?. Cuaca, suasana, tinggi badan, panjang rambut, kerut-kerut di kening, suara, waktu, perasaan?
Tidak ada yang konstan tak berubah, bahkan batu dan tanah pun pasti berubah.
Mau tidak mau, Suka tidak suka. Sakit atau tidak sakit. perubahan adalah hal nyata yang harus kita jalani. Sekarang tinggal apa yang kita inginkan untuk berubah dan apa yang sekuat upaya kita pertahankan untuk tetap sama ada.
Aku selalu menganggap bahwa apa yang paling mudah berubah di dalam hidup ini adalah perasaan, adalah hati.
Aku tak ingin menjanjikanmu bahwa aku tak akan berubah. Namun, aku hanya dapat menjanjikanmu bahwa aku akan sekuat upaya mempertahankan perasaan ini. Karena aku percaya bahwa kita hanya butuh yakin saja. Yup yakin saja hingga akhirnya Tuhan pun yakin untuk memberi kita bahagia suatu hari nanti. Dan yang pasti, aku ingin bahagia bersamamu.
24 September 2013
_Diatas pesawat lion air menuju jayapura_
Kehidupan
sehari-hari kadang membuat kita bosan, bahkan bisa bikin stress kalo yang
ditemui adalah masalah, masalah dan masalah lagi. Hidup emang gak pernah lepas
dari masalah, tapi yang terpenting adalah bagaimana kita menghadapinya bukan??.
Kadang kalo lagi bĂȘte, bosan atau stress rasanya pengen banget teriak yang
sekencang-kencangnya. (pernah ngerasain juga kan??). tapi tetep aja hal itu gak
bisa kita lakuin seenaknya aja, dimana aja. Emang kitaudah siap
mental disangka orang gila??!
Menurut saya, salah satu alasan kenapa
konser-konser musik rame, tempat-tempat dugem rame, ya mungkin karena
disitulah orangbebas teriak-teriak, bebas nyanyi nyanyi melampiaskan emosi mereka.
Suka gak suka, rasa-rasanya berteriak-teriak itu emang sedikit bisabikin
kita rileks setelahnya. Ada sebuah pelampiasan dan kelegaan sendiri. Mau bukti lagi? Lihat aja
betapa ramenya wahana-wahana menegangkan di dufan. Pernah ngerasain kan sensasi
teriak-teriaknya?
Teriak-teriak di dufan sih ga masalah, nah coba
kamu teriak-teriak di kebun raya bogor??. Eit jangan salah! Tempat ini juga
ternyata menjadi salah satu tempat orang melampiaskan stres dengan teriak
teriak loh. Saya pernah mendengar dari seorang penjaga Kebun Raya Bogor, kalo
ternyata pada malam-malam tertentu terdapat sekumpulan orang yang melakukan
terapi mental di sebuah lapangan yang ada di sana. Apa yang mereka lakukan?
Yupz berteriak-teriak sekencang-kencangnya. Di tengah kebun raya siapa yang peduli
kalo orang teriak-teriak?! Tengah malem pula!!
Ada satu tempat lagi yang saya sebut ‘the best
place to shouts’ tempat terbaik untuk teriak teriak. Dimana itu?? Curug!!
Iya curug! Atau dalam bahasa indonesia artinya
air terjun.
Saya gak menyangsikan kalo tempat ini tempat
yang bagus buat teriak teriak. Dengan mata kepala saya sendiri, saya pernah
melihat tiga orang perempuan, siang siang, teriak-teriak pake ngebentak bentak
segala tuh air terjun. Emang sih dalam jarak yang sangat dekat, gemuruh yang diciptakan
air terjun mampu mengalahkan suara kita sendiri. Hembusan angin serta cipratan
air yang ada di sekitar juga bikin efek yang lebih seru.
Umumnya air terjun berada di daerah yang sulit
dijangkau, Kita harus berjalan kaki beberapa kilometer dulu sebelum sampai di
tujuan. Inilah yang makin bikin sensasi seru. Badan yang capek, kena hembusan
angin yang dingin bercampur cipratan-cipratan air yang bikin badan kita basah
terus teriak teriak melampiaskan emosi… wuih. Mesti nyoba.. Saran saya sih
nyari curug yang sepi juga kaya salah satu curug di Kebun Raya Cibodas
misalnya, tapi saya lupa nama curugnya apa. He..
Udah ah saya mau teriak dulu..,
AAAAArrrrRRRRRggggHHHHHHHHH…………………!!
(gak pake suara tapi)